LAPORAN AKHIR MODUL 3
1. Hukum Ohm
|
R terbaca |
V |
I |
V terhitung |
I terhitung |
|
560 |
4,98 V |
0,024 A |
13,44 V |
0,0088
A |
|
1k |
4,98 V |
0,024 A |
24 V |
0,0049
A |
|
1k2 |
4,98 V |
0,024 A |
28,8 V |
0,0041
A |
|
V Toleransi (%) |
I Toleransi (%) |
|
62,94% |
172,72% |
|
79,25% |
381,92% |
|
82,7% |
478,31% |
2. Teorema Mesh
|
Resistor |
Resistansi |
Tegangan Terukur |
Arus Terukur |
Arus Mesh (perhitungan) |
||
|
Terbaca |
Terukur |
|||||
|
Ra |
1000 Ω |
984 Ω |
6,92 V |
0,34 mA |
IRa |
0,0069
A |
|
Rb |
1000 Ω |
979 Ω |
1,88 V |
0,5 mA |
IRb |
0,0019
A |
|
Rc |
1000 Ω |
978 Ω |
0,625 V |
0,14 mA |
IRc |
0,00063
A |
|
Rd |
1000 Ω |
980 Ω |
5,02 V |
0,84 mA |
IRd = I1 – I2 |
0,005 A |
|
Re |
1000 Ω |
980 Ω |
1,251 V |
0,14 mA |
IRe = I2 – I3 |
0,00127
A |
|
Rf |
1000 Ω |
976 Ω |
0,623 V |
0,14 mA |
IRf |
0,0063
A |
|
Rg |
1000 Ω |
975 Ω |
1,876 V |
0,14 mA |
IRg |
0,0019
A |
1. Hukum Ohm
- Buatlah rangkaian seperti gambar di bawah
- Pilih resistor dengan resistansi sesuai dengan kondisi
- Ukur tegangan dan arus memakai voltmeter dan amperemeter dan catat pada jurnal percobaan.
2. Teorema Mesh
- Buatlah rangkaian seperti gambar rangkaian di bawah
- Pilih resistor dengan resistansi sesuai dengan kondisi
- Ukur tegangan dan arus memakai voltmeter dan amperemeter dan catat pada jurnal percobaan.
-Hukum Ohm
1. Bandingkan nilai resistansi terbaca dan perhitungan
Jawab:
|
R Terbaca |
R Terhitung |
|
560 Ω |
207,5 Ω |
|
1000 Ω |
207,5 Ω |
|
1200 Ω |
207,5 Ω |
Bedasarkan hasil pratikum ini, nilai resistansi terhitung berbeda cukup jauh dengan resistansi terbaca. Nilai resistansi terhitung diperoleh sekitar 207,5 Ω untuk setiap percobaan, sedangkan resistansi terbaca masing-masing adalah 560 Ω, 1000 Ω, dan 1200 Ω. Perbedaan ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian dalam pengukuran, kemungkinan disebabkan oleh kesalahan pembacaan arus, kesalahan pemasangan alat ukur atau ketidakakuratan alat ukur yang digunakan.
2. Apa saja faktor yang menyebabkan terjadinya kesalahan pengukuran pada percobaan hukum ohm?
Jawab:
- Kesalahan sistematis (alat), biasanya bersumber dari alat
- Kesalahan pembacaan, pada multimeter analog terjadi kesalahan sudut pandang, di digital keterbatasan digit ditampilkan
- Kesalahan acak, tidak memiliki pola tetap dan terjadi secara tiba-tiba. Hasil pengukuran berubah-ubah walaupun kondisi tetap
Jawab:
Nilai arus akan menjadi kecil, sesuai dengan hukum ohm yang menyebabkan nilai suatu arus berbanding lurus dengan tegangan dan berbanding terbalik dengan nilai resistansi ( I = V/R). Semakin besar resistansi, semakin kecil arusnya dan sebaliknya.
-Mesh
1. Bandingkan nilai arus hasil perhitungan metode mesh dengan arus hasil pengukuran. Apakah terdapat perbedaan. Jelaskan!
Jawab:
Bedasarkan hasil pengukuran dan perhitungan arus mesh, terdapat perbedaan nilai antara arus terukur dan arus hasil perhitungan. Arus hasil perhitungan cenderung lebih besar dibandingkan arus terukur. Perbedaan ini dapat disebabkan oleh toleransi resistor, ketelitian alat ukur, kesalahan pembacaan alat, hambatan pada kabel penghubung, serta kondisi sumber tegangan yang tidak ideal.
2. Apa Keuntungan menggunakan metode mesh dibandingkan metode analisis biasa pada rangkaian yang kompleks?
Jawab:
- Menghasilkan jumlah persamaan yang lebih sedikit, terutama pada rangkaian yang memiliki banyak komponen paralel
- Tidak bingung menentukan arah arus, karena arus hanya dibutuhkan arah yang konsisten (misal searah jarum jam)
- Tegangan langsung masuk ke persamaan KVL
Jawab:
Selisih dua arus mesh terjadi karena arus dari mesh yang bersebelahan akan mengalir dengan arah yang berlawanan pada cabang yang sama
Laporan Akhir Tulis Tangan (LINK DISINI)
Video Percobaan Hukum Ohm (DISINI)
Video Percobaan Teorema Mesh (DISINI)
Komentar
Posting Komentar